Kami Hanya Doktor

“Doktor, suami saya baik-baik je ke?”

“Doktor, dia akan bangun ke?”

“Doktor! Monitor dia tak normal!”

 

Boleh dikatakan tiap minit dan tiap tindakan yang diambil, wanita itu terus-terus mendesak kami. Saya sudah hampir meluat, sampai sempat tergelak melihat gelagatnya. Tidak beretika memang, kerana harusnya kami menunjukkan sikap empati kepada keluarga sang koma. Namun reaksinya terlalu berlebihan. Sudahnya, jawapan kami tiap kali juga sama; “Kami sudah berusaha sedaya mungkin. Puan berdoa saja ya,”.

 

menyikapi takdir-NYA

 

Saya sempat membincangkan fenomena ini dengan seorang teman. Bukan pertama kali kami berhadapan dengan konflik seperti ini. Ramai yang sebenarnya tidak sedar akan capacity seorang doktor. Bagi mereka, jika sudah membayar pelayanan dan pengubatan yang mahal, keluarga mereka pasti sembuh. Jika hal itu tidak terjadi, mereka memaki dan meraung semahunya. Seolah-olah kamilah yang sengaja membiarkan pesakit itu mati. Mahu saja saya membawa mereka memahami dunia kami, agar mereka lihat betapa terbatasnya kemampuan kami.

Continue reading

Key To Medicine

Ada sesuatu yang mau saya ceritakan… Sebelum saya masuk Surgery department, ramai yang bertanya: “Kenapa awal sangat masuk Surgery?”, “Beraninya dah nak masuk Surgery dah? Kamu ready ke mentally and physically?”.

 

Bagi yang tidak tahu, bagi kami clinical students di Makassar, Surgery department merupakan salah satu department yang paling melelahkan. Top three most tiring pendek kata. Banyak kerja, kurang rehat, sampai bengkak-bengkak kaki. Terutama minggu-minggu pertama. Senang cerita, bayangkan saja dalam sehari, 3 jam tidur, 21 jam LARI! Dan rutin itu berulang setiap hari, tanpa cuti walau sehari (dah biasa dah tak ada weekend holiday). Hmm, kami boleh atur sendiri department cycle kami. Jadi, kenapa pilih Surgery?

 

menonton pertandingan bola sepak doktor-doktor bedah sebelum melapor

Continue reading

New Year Blast~

Siren itu kedengaran mencerlang, seakan-akan memberi isyarat ‘the party begins‘. Sejenak itu juga ruangan yang luas itu terasa sempit dek pengunjung yang tak henti-henti dihantar masuk. Rintihan kesakitan mulai memenuhi acara. Hanyir darah menusuk hidung. Lantas saya lapisi hidung dan mulutku dengan masker.

 

“Satu orang pegang satu patient! Concentrate!” terdengar arahan tegas dari Dr Irzal. Saya sudah mulai membersihkan luka di kaki seorang remaja yang nyaris hancur. Di sela jarinya yang melekat saya lapisi dengan sehelai kain kassa yang dibasahi NaCl 0.9% sebagai pencegahan kontraktur.

 

the ER...

Memang, di saat-saat Christmas dan New Year seperti ini banyak benar kes kemalangan jalan raya. Yang terhempas, yang terlenyek, yang kereta terbalik (nasib baik tak meletup). Semua kisah stunt ala-ala action movie boleh didapatkan di saat-saat seperti ini. Tubuhku yang kurang istirehat terus-terus bereaksi dengan situasi, hilang penatku yang meraja.

  Continue reading

Puisi: Irama Cinta

Irama Cinta

 

 

Rangkailah sang hati

Sejambak setia yang indah

Seindah kuntuman setia Ummu Salamah buat suaminya

Yang menjadi igauan Umar dan Abu Bakar.

Dendanglah sang bibir

Sebuah melodi kesabaran yang merdu

Seteguh lagu yang mengiringi langkah anak Khansa’

Agar jiwanya tak gentar.

Tangisilah sang mata

Setitis tangis berbaur emosi

Rindu, sayang dan cinta

Setulus emosi yang menitis di pipi Fatimah Azzahra

Saat menemani pemergian bapanya

Bersulam janji setia.

Waktu…

Tarikanlah irama cintaku

Agar semua tahu

Agungnya rasa yang kulestarikan buatmu.

 

 

Dalili,

10 Desember 2009.

Doa Hijrah 1431

Hari ini tanggal 1 Muharram 1431…

Hari ini kalendar baru diganti…

Hari ini semangat baru menjalari…

 

Hari ini juga saya berdiri, memandang diriku satu tahun ke belakang. Memang, dalam satu tahun terakhir ini sepanjang melewati tahun 1430 H, saya diuji dengan salah satu ujian yang sangat berat. Sangat berat sampai saya tidak mampu berkongsi bebannya dengan teman-teman, biar siapapun itu. Bukan saya tidak percaya kepada rakan sendiri, hanya saja bibirku tidak mampu bicara. Mindaku tertutup seribu bahasa. Dan lebih buruk lagi, ujian ini menjauhkanku dari sahabatku yang paling bermakna buatku. Sahabat yang sejak kecil menemani dan setia mendengar bahkan membantu; Sang Maha Esa.

 

perjalanan ini masih jauh, maka berlindunglah denganNYA

perjalanan ini masih jauh, jadi berlindunglah denganNYA

 

 

Continue reading